Hi Siminho Friends...! 

Motif batik parang adalah salah satu motif batik yang tertua di indonesia. Secara umum motif Parang identik dengan beralur miring 45 derajat, bentuk dan corak terus menyambung tanpa putus dan perpaduan warna yang tegas.  Selain itu, motif batik parang juga menggambarkan pandangan manusia terhadap lingkungan sekitarnya, seperti gunung, laut, persawahan, dan bintang-bintang. Dipercaya bahwa motif batik parang ini dibuat berdasarkan perilaku dari si pencipta.

Motif parang yang tidak terputus ini melambangkan kesinambungan atau semangat yang tidak pernah surut. Dulunya, batik motif parang digunakan oleh para prajurit yang akan berperang dengan harapan kembali bersama kemenangan. Oleh karena itu, motif parang identik sebagai lambang semangat. Selain itu batik parang ini memiliki makna petuah untuk tidak pernah menyerah, ibarat ombak laut yang tak pernah berhenti bergerak. Batik Parang juga menggambarkan jalinan yang tidak pernah putus, baik dalam arti upaya untuk memperbaiki diri, upaya memperjuangkan kesejahteraan, maupun bentuk pertalian keluarga. Zaman dahulu batik bercorak parang biasanya hanya diperuntukkan para kasta dan penguasa.

 

Jenis-jenis Motif Batik Parang

1. Parang Rusak.

"<yoastmark

Dikutip dari wikipedia.org, Motif batik Parang Rusak diciptakan Penembahan Senopati saat bertapa di Pantai Selatan. Motif ini terinspirasi dari ombak yang tidak pernah lelah menghantam karang pantai. Motif ini melambangkan manusia yang internal melawan kejahatan dengan mengendalikan keinginan mereka. Dari pengendalian diri inilah sehingga mereka bijaksana, memiliki watak mulia dan karakter yang akan menang.

Motif parang melambangan kekuasaan dan kekuatan. Pada jaman dulu motif ini hanya boleh dikenakan oleh penguasa dan ksatria. Pada saat proses produksi, batik jenis ini harus dibuat dengan ketenangan dan kesabaran yang tinggi. Kesalahan dalam pembatikan dipercaya akan menghilangkan kekuatan gaib batik tersebut.

2. Parang Rusak Barong

"<yoastmark

Motif batik Parang Barong merupakan salah satu pengembangan motif batik parang, ciri khas dari motif ini adalah memiliki ukuran yang lebih besar dari parang rusak, diciptakan oleh Sultan Agung Hanyakrakusuma. Motif ini memiliki makna pengendalian diri dalam dinamika usaha yang terus-menerus, kebijaksanaan dalam gerak, dan kehati-hatian dalam bertindak.

Pada zaman dahulu hanya boleh dipakai oeh Raja, dan Parang Rusak Barong mempunyai makna bahwa Raja sebagai pemimpin harus selalu hati-hati, dapat mengendalikan diri (lahir dan batin) sehingga menjadi pemimpin yang bertanggung jawab, berwatak dan berperilaku luhur.

3. Parang Klitik.

"<yoastmark

Motif batik Parang Klitik  merupakan pola parang yang memiliki bentuk stilasi yang lebih halus dari parang rusak, bentuk lebih sederhana dan mempunyai ukuran yang lebih kecil. Motif parang klitik ini menggambarkan citra feminim, lembut, menggambarkan perilaku halus dan bijaksana. Motif parang klitik ini pada jaman dulu banyak dikenakan oleh para puteri raja.

4. Parang Kusumo

"<yoastmark

Motif ini berasal dari dua suku kata yakni Parang yang berarti lereng, dan kusumo yang berarti bunga atau kembang. Pada jaman dulu motif batik Parang Kusumo hanya boleh dikenakan oleh kalangan keturunan Raja bila berada didalam kraton. Pada era sekarang kain batik motif parang kusumo s digunakan pada saat tukar cincin.

Makna yang terkandung dalam motif ini adalah bahwasanya hidup harus dilandasi oleh perjuangan untuk mencari keharuman lahir dan batin sebagaimana wangi harumnya bunga. Bagi orang Jawa keharuman yang dimaksud adalah keharuman batin dan perilaku, keharuman pribadi, taat pada norma-norma yang berlaku dan bisa membawa diri agar dapat terhindar dari berbagai bencana.

5. Parang Tuding

"<yoastmark

Motif batik Parang Tuding berasal dari kata Parang dan Tuding. Kata tuding sendiri memiliki arti telunjuk atau menunjuk, hal ini bisa dilihat dari bentuk motifnya yang menyerupai jari telunjuk yang disusun secara berjajar dan berkesinambungan.

Motif ini memiliki kandungan makna bahwa siapapun yang mengenakannya diharapkan dapat  menjadi pengarah, pemberi petunjuk yang bisa menunjukkkan hal-hal yang baik dan menimbulkan kebaikan. Motif batik ini biasa digunakan oleh orang tua.

6. Parang Curigo

"<yoastmark

Parang Curigo berasal dari kata parang dan curigo. Kata curigo sendiri adalah nama lain dari bilah keris tanpa warangka. Bentuk keris bisa dilihat pada bentuk motif-motif geometrik-parang yang menyerupai luk keris. Adapun ciri khas dari pola batik parang curiga adalah hiasannya yang disusun sejajar dengan sudut 45 derajat. Kemudian selalu ada ragam hias berbentuk belah ketupat yang juga sejajar dengan ragam hias utama pola parang, ragam hias ini disebut sebagai mlinjon.

Motif batik ini banyak digunakan untuk menghadiri pesta. Dengan memakai kain batik motif ini, Si pemakai diharapkan dapat memiliki kecerdasan, kewibawaan, serta ketenangan.

7. Parang Centung

parang centong atau centung
parang centong atau centung

Motif Parang Centong atau juga disebut Centung merupakan ragam hias Parang yang memiliki bentuk seperti centong (alat mengambil nasi). Ada juga yang berpendapat bahwa parang centong (centung) artinya “wis ceta macak” (sudah pandai merias diri).

Jika ditilik dari arti kata sudah pandai merias diri, maka motif batik ini sangat cocok untuk wanita yang sudah menginjak dewasa, sehingga dia akan lebih terlihat cantik. Motif batik ini biasanya banyak dipakai untuk menghadiri acara pesta pernikahan dan juga digunakan untuk acara Pitonan, yakni upacara tujuh bulanan pada janin saat hamil.

8. Parang Pamor

parang-pamor
parang-pamor

Parang Pamor berasal dari kata Parang dan Pamor, Kata Pamor sendiri dalam bahasa jawa berarti aura atau energi yang terpancar dari diri seseorang. Dengan mengenakan batik ini, harapannya orang yang menggunakan motif batik Parang Pamor maka auranya akan keluar atau memancar (wis pecah pamore).

Selain motif parang yang telah disebutkan diatas, sebenarnya masih banyak motif parang lainnya. Misalnya seperti motif batik parang slobok, parang centung, parang gendreh, parang srimpi, parang canthel dan berbagai jenis parang kombinasi yang sering disebut sebagai parang seling.



(disadur dari berbagai sumber)

Tags: HeadlineKinasih Batik
Langsung ke konten utama